1 – Abstraksi

Muhammad Khairansyah. Amsal al Quran dalam Pendekatan Hermeneutika (Tafsir) Strukturalistik.

Ayat-ayat amsal al Quran dan makna-maknanya yang diberikan sejumlah mufasir menunjukkan adanya suatu “logika pengkaitan” tertentu atas “tanda-tanda amsal”, yang kemudian dijadikan pijakan bagi “pemaknaan tanda-tanda itu secara bertaraf-taraf” serta untuk suatu “panafsiran yang menyeluruh”. Logika tersebut adalah di antara soal teoritis yang kita rujuk sebagai sistem struktural amsal al Quran.
Tujuan penelitian ini untuk “menyelidiki” dan “merumuskan” soal-soal teoritis yang tercakup dalam materi “sistem struktural amsal al Quran”. Disamping itu, untuk menjelaskan “cara kerja” sistem struktural tersebut dalam kaitannya dengan kegiatan penafsiran terhadap ayat-ayat amsal al Quran.

Penelitian ini bertolak dari penghayatan bahwa al Quran adalah salah satu sumber utama ajaran Islam, dan diantaranya adalah melalui “ayat amsal”-nya. Untuk memahami kandungan ajaran “amsal” dari sumber itu, diperlukan suatu jalan terang dalam upaya menyingkap rahasia dan soal-soal teoritisnya, adalah “hermeneutika”. Rimba hermeneutika mesti ditelusuri untuk menemukan kunci-kunci pendekatan tersebut, lalu dipilih kunci yang dianggap dapat membuka gembok peti pengetahuan amsal al Quran untuk soal yang khusus tersebut. Di sini kita memilih “hermeneutika strukturalistis”.

Penelitian ini dilakukan dengan metode struktural; diawali dengan pengamatan fenomena umum permisalan, dan perspektifnya adalah “petamsil”. Kegiatan petamsil, yaitu pentamsilan, menghasilkan dua satuan parole yaitu taraf “wicara tamsil” dan taraf “tamsilan”. Analisis dilakukan dengan menjadikan rumusan linguistik modern sebagai model sistem struktural yang diangkat dari masing-masing taraf satuan parole tersebut.

Fakta yang ditemukan menunjukkan bahwa tanda amsal al Quran hakikatnya adalah bersifat sosial, dan meliputi tidak saja tanda bahasa tetapi juga tanda yang dibahasakan dalam teks tertulis al Quran. Kemudian mengikuti arah eksplorasi tanda amsal al Quran, didapatkanlah struktur hubungan sintagmatis amsal al Quran berupa ruang seperti bumi, galaksi dan seterusnya; atau makrokosmos, serta kesamaannya dengan manusia; yaitu mikrokosmos, yang dengan bentuk tersebut maka kita telah terlibat dengan teori-teori sejumlah disiplin ilmu yang ada, seperti kalkulus, fisika, astronomi, psikologi, dan lain-lain, yaitu untuk dapat memahami soal bentuk dan cara kerja struktur amsal al Quran tersebut. Struktur amsal al Quran akhirnya dirumuskan sebagai: SAQn-1 -> SAQn ; yaitu struktur amsal al Quran terjangkau menuju struktur amsal al Quran yang tidak terjangkau.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengkaitan dan pemaknaan tanda-tanda amsal al Quran didasarkan suatu logika tertentu, dan hanya terjangkau oleh manusia hingga taraf tertentu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s