Keindahan di Depan Mata

M. Khairansyah
19 Oktober 2010

Bismillahirrahmaniiraahiim
Apakah Bali itu indah?, aku belum pernah ke sana, tapi dari foto-foto yang kulihat, nampaknya memang ada yang menarik di sana, dan ada banyak orang yang penasaran dan terpikat dengan daya tarik itu.
Alam kelahiranku Sumbar juga dibatasi dengan lautan. Menurutku alamku indah, tetapi munculnya perasaan itu setiap setelah sekain waktu aku tidak melihatnya, setelah bertahun. Di sumbar ini juga ada sejumlah tempat wisata lain yang sangat menakjubkan bagiku ketika pertama kali mataku dapat menjangkaunya, yaitu danau, pegunungan dan air terjunnya, dan budayanya.
Ada karya Tuhan di sana, sehingga ia menjadi menarik. Tetapi nampaknya sebagian juga karena ada sentuhan manusia di sana, sehingga ia dapat lebih menyatu dengan manusia dan dapat dikunjunginya. Di Bali, di tempat wisatanya, ada berbagai karya seni, ada manusia-manusia seni yang membuat tempat itu dipenuhi bentuk indah dan daya tarik lebih. Ada candi-candi, ada patung, ada jalan-jalan dengan hiasan-hiasan. Bali memang terkenal dengan manusia-manusia senimannya.
Di Australia, Singapura, Amerika, dll, di sana juga ada berbagai pesona bagi mata, yaitu gedung-gedung indah, kota yang indah, tempat-tempat yang bersih, dst. Maka seperti di Bali, di sana juga ada manusia-manusia yang telah menciptakan itu semua, yaitu manusia-manusia yang melek IPTEK.
Maka di perusahaan-perusahaan maju, di sana terdapat manusia-manusia yang maju. Di rumah-rumah yang bersih dan indah, terdapat manusia-manusia yang giat bebersih dan mampu menciptakan keindahan di sana. Di komplek yang nyaman, terdapat manusia-manusia yang baik sosialnya. Di sekolah yang favorit, ada manusia-manusia favorit dan menciptakan dinamika favorit di sana. Di masjid yang sejuk, terdapat para manusia yang berhati lurus. Mobil yang bersih, karena ada pemilik yang perhatian dengan kebersihan dan tampilannya, dan sama sekali bukanlah karena mereknya. Pribadi yang baik, karena pribadi itu menjaga perilaku dirinya.
Maka ada keluarga yang anak-anaknya Ilmuwan semua, karena memang di sana ada seorang pendidik yaitu ortu yang mengerti bagaimana mencetak anak-anaknya menjadi Ilmuwan. Begitupun keluarga yang anak-anaknya mampu memahami sosial, artis, tampan dan cantik, dst.
Maka ini adalah kisah tentang manusia. Manusialah yang berperan dalam semua itu, dalam kehidupan dan lingkungannya. Maka mengapa kita masih mengeluh dengan diri dan lingkungan kita. Kitalah yang akan menciptakan keindahan, kemajuan, kemakmuran, kebaikan, kenyamanan, dan segala yang dicita-citakan itu. Mengapa kita mengeluh dengan kemiskinan kita, sedang yang akan menciptakan kekayaan itu adalah pikiran, kemauan, langkah dan tangan kita. Allah sudah memberikan dan senantiasa memberikan berbagai karuniaNya kepada kita untuk menunjang gerak menuju kebaikan, keindahan dan kemakmuran kita.
Kita saja yang harus membuka pikiran lebih lebar. Giat menghapus kabut-kabut kelemahan kita dan sosial kita, seperti debu-debu yang menghilangkan kilau cemerlang mobil kita. Menatap, merancang, mencita-citakan masa depan yang lebih baik untuk kita dan lingkungan kita. Maka sangat relevan firman Allah, bahwa Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum kaum itu merubah diri mereka.
Apakah di sini, di keluarga ini, ada seorang pencerah, petaqorrub ilallah, penggiat kebersihan, pencipta keindahan, pencari dan penebar ilmu, penjalin sosial, pendidik yang canggih, pencari nafkah yang maju, ortu yang bertanggung jawab, pekerja yang giat, penyayang anak-anaknya, dst.
Nampaknya inilah jawaban bagi kejemuanku. Selamat tinggal kejemuan, karena akulah yang akan menciptakan ketidakjemuan, keindahan kehidupan, hidup yang hidup, cita-cita dan seribu cita-cita. Semoga Allah senantiasa mendukungku. Amiin.

ooooo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s