Kasyfah Masuk Sekolah

M. Khairansyah
5 November 2009

Bismillahirrahmanirrahiim
Alhamdulillah, pada tanggal 14 Oktober 2009 lalu Kasyfah sudah terdaftar sebagai santri Play Group. Akhirnya Kasyfah mengawali masa pendidikan formalnya di usia 2,7 tahun. Play Group, “Kelompok Bermain”, begitu nama tingkatan sekolahnya. Dua hari pertama masuk sekolah, Kasyfah belum ditunggui langsung. Nampaknya itu membuatnya enggan masuk sekolah di keesokan harinya. Di hari ketiga Abi Kasyfah sepakat untuk menunggui Kasyfah sepanjang jam pelajaran/bermain di sekolahnya, TK Adzkia. Sebetulnya Play Group yang seperti ini dapat sangat menyenangkan, bila Kasyfah sudah menyatu dengan Ustadzah dan santri lainnya, tidak merasa asing lagi, sudah mengenal satu sama lain, sudah dapat merasakan perhatian Ustadzah-ustazahnya, dan sudah merasa akrab dan nyaman bersama teman-temannya atau sebagian besar teman-temannya. Di hari pertama Abi menunggui Kasyfah (di hari ketiga Kasyfah sekolah), Kasyfah masih sangat dekat jaraknya dengan Abi Kasyfah. Di hari kedua, Kasyfah sudah mulai masuk lingkaran belajar dengan sedikit berjarak dari Abinya, dan di hari ketiga sudah lebih jauh lagi jaraknya. Di sisi lain, sebaliknya Kasyfah semakin dekat dengan teman-teman dan Ustadzahnya. Komunikasi Kasyfah dengan Ustadzah pun sudah lebih terbuka, misalnya ketika bermain, ketika mengajarkan Iqra’, bentuk geometri, dll. ”Kulihat Play Group ini sebuah lingkungan yang baik, mengajarkan hal-hal berperilaku yang baik, pembiasaan disiplin dalam artinya yang mendasar dan menyeluruh/luas, ceria atau asyik, kreatif, komunikatif, berpotensi membangun persahabatan yang cukup dekat satu sama lain, berbagi, secara keseluruhan menyenangkan, tetapi yaitu sejauh santri dapat ikut dalam (berkesempatan merasakan) suasana yang menyeluruh itu, atau dalam waktu-waktu tertentu atau waktu-waktu yang cukup mendapat perhatian face to face dari ustazahnya, atau dalam suasana bersama dan berbagi dengan teman-temannya.”
Hari ketiga, Abi mengambil jarak dengan Kasyfah dengan alasan memegang dan membetulkan kipas agar tidak mati sehingga udara di kelas tidak panas. Maka Abi bisa duduk di dekat kipas sementara Kasyfah di lingkaran belajarnya. Hari ini kemajuannya adalah yang penting Kasyfah dapat melihat Abinya, meski cukup berjarak. Ketika berada di ruang Bola/Seluncuran, Kasyfah dapat dengan nyaman bermain meski Abinya cukup jauh tapi masih dapat dilihatnya.
Kedepan targetnya adalah dapat dicapai kesepakatan dengan Kasyfah untuk dapat ditinggal misal untuk pergi ke WC, dll, artinya ditinggal sejenak. Lalu dipantau dari kaca luar, seberapa lama Kasyfah bisa tenang ditinggalkan. Sementara itu peralihan perhatian dari Abi ke Ustazah juga mesti terus ditingkatkan. Kasyfah tidak lagi berkomunikasi singkat dengan ustadzahnya, tapi hendaknya sudah komunikasi yang cukup panjang, dan sudah dekat duduk dengan ustazahnya, dan sudah dapat tenang dalam pelukan ustadzahnya, agar tidak risih ketika tidak dapat melihat atau tidak ada Abi di dekatnya. Kedepan lagi ingin dicapai kesepakatan dengan Kasyfah, ”bermainlah Kasyfah sepuasnya dan sebaik-baiknya dengan Ustadzah dan teman-teman”, dan ketika jam pulang nanti Abi akan menjemput Kasyfah untuk diantar pulang ke rumah. Ke depan lagi, Kasyfah mungkin sudah bisa pulang langsung bersama Umminya, maka dengan demikian Kasyfah sudah dapat mandiri bersekolah. Tetapi bila hasil akhirnya, Kasyfah untuk waktu yang cukup lama mesti diantar Abinya pulang, atau selang-seling, terkadang Abi terkadang Ummi, Insyaallah tak apa-apa juga.
Apa kue Kasyfah ke sekolah besok ya …… apa saja yang mesti diperhatikan dalam hal sekolahnya ini ya …. Iqra’nya, membacanya, pelajaran-pelajarannya, perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, baju, dll. Fokus utamanya sepertinya adalah perkembangan kemampuan membacanya, Iqra’ maupun latin, dan seiring waktu akan nampak kebutuhan peningkatan Kasyfah utama lainnya. ”Mudah-mudahan bisa terjaga suasana yang menyenangkan sejauh yang berkaitan dengan sekolah bagi Kasyfah, mulai dari persiapan keberangkatannya, perjalanan ke sekolah, sepanjang kegiatan pembelajaran-istirahat-makan-dan bermainnya, perjalanan pulang sekolahnya serta kegiatan bimbingan belajar kembali di rumah. Menurutku Kasyfah hanya memerlukan perhatian yang cukup dari hari ke hari, perhatian yang didasari ungkapan yang penuh kasih sayang, memperhatikan apa yang terbaik dari hari ke hari untuk si buah hati ini”. Kelak tentunya perkembangan positif Kasyfah yang dicapai akan dapat menjadi jalan terbaik terutama untuk adiknya, yaitu untuk meraih indah dan pentingnya pendidikan dan pengamalannya. Rasanya sudah begitu ingin melihat Kasyfah dapat bintang 1, dan seterusnya.
Sekarang, minggu ketiga Kasyfah bersekolah, pagi hari bukan pagi yang begitu berat lagi bagi Kasyfah, langkahnya semakin menyatu padu dengan gerakan sibuk bersiap berangkat segera. ”Ayo nak, di ujung sana insya Allah sudah menunggu Taman Bermainmu yang menyenangkan …” begitu kira-kira senandung gerak langkah itu. Subhannallah, sepertinya taman bermain ini sudah cukup merebut hati Kasyfah … semakin hari peningkatannya terus bertambah, do’anya bertambah, nyanyinya bertambah, hafalan ayatnya pun bertambah khususnya surat al Fatihah yang hampir lancar, dan tentunya kedekatan dengan utadzah dan teman-temannya semakin terasa sehingga Kasyfah sudah dapat menikmati kegiatan bersekolahnya tanpa ditunggui lagi oleh Abi dan Umminya kecuali sebentar saja, alhamdulillah. Semoga semuanya dapat dijalani Kasyfah dengan menyenangkan. Amiin Allahumma Amiin.

xxx

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s