Ilmu Tomat dan Ilmu Kedokteran

M. Khairansyah
10 Maret 2011

Bismillahirrahmaanirraahiim

Sebelum tahun 2007 lalu, saya mengenal ilmu kesehatan/pengobatan itu sebatas “ilmu tomat”, saya istilahkan demikian karena buku-buku atau artikel-artikel kesehatan yang tersebar untuk kalangan umum pembahasannya seperti artikel yang membahas khasiat buah tomat. Padahal kalau sudah sakit sariawan saja misalnya, apalagi kronis, kan tidak bisa diatasi dengan memakan tomat meski sudah berpuluh-puluh dimakan, malah jadi eneuk. Saya sudah pernah beberapa kali mengalami ini. Walaupun dalam artikel itu disebutkan bahwa tomat mengandung vitamin C yang tinggi dan cocok untuk sariawan, mengatasi kanker, dll, tapi kalau sudah sakit, solusinya tidak cukup dengan tomat (atau buah lainnya) tetapi solusinya adalah obat yang ada takaran dosisnya disamping kandungan yang teruji khasiatnya. Kebetulan sariawan yang saya alami dulu termasuk kronis, karena tidak mengatahui obatnya, sariawannya merajalela di mulut sampai sakitnya nyut-nyut ke kepala. Selain itu saya dulu juga mengalami sakit tukak usus halus kronis, sejak kecil, dan lebih sering lagi sejak SMP hingga selesai kuliah, kalau ada pemicunya cepat sekali kambuhnya, entah itu karena terlambat makan, kondisi psikis kurang fit, dll. Dan dulu hanya dapat mengandalkan sejumlah antasid di warung atau kalau sakit sekali pergi ke rumah sakit. Padahal antasid itu kan hanya untuk menetralkan asam lambung dan tidak untuk mengobati lukanya. Jadi sejauh itu mengatasi keluhan penyakit dengan cara ilmu tomat tadi, termasuk ketika flu, dll.

Hingga pada tahun 2007 saya mendapatkan buku berjudul “Bijak Mengkonsumsi Obat Flu”, karya Dr. Bahar Azwar SpB. (K) Onk. Saya ikuti penjelasannya dengan perlahan dan berulang-ulang bahkan hingga sekarang, maka saya memahami ilmu kesehatan yang ada pada buku ini bukan lagi “ilmu tomat” tetapi adalah “ilmu kedokteran”. Dengan buku ini, saya mengenal seluk beluk tentang flu dan pengobatannya, dan “mudah dipraktekkan”. Buku itu juga membuka minat dan daya cerap saya untuk dapat memahami ISO atau MIMS, file-file perkuliahan hingga buku-buku perkuliahan kedokteran. Tapi tentu saja referensi saya masih sangat terbatas dan masih terus dilengkapi.

Pernah suatu waktu di keluarga ada yang mengalami sembelit, waktu itu beliau belum cukup yakin dengan metode saya, karena semakin mendesak akhirnya mencoba berobat ke salah seorang bidan, hasilnya tidak menyembuhkan karena obat yang dikasih hanya pereda nyeri + antasid + vitamin. Akhirnya beliau menyerah dan membolehkan saya membantu mengatasi, saya sudah mendapatkan buku tentang sembelit/konstipasi dan obatnya serta dosisnya yaitu misalnya : Bisakodil, hasilnya beliau pun bebas dari sembelit yang semakin mendesak itu. Dan masih banyak lagi pengalaman-pengalaman pengobatan di rumah yang menarik lainnya.

Buku itu juga memotivasi saya agar di rumah ada persediaan obat-obat yang sering digunakan, mulai dari obat flu hingga tukak usus, obat kulit, antibiotik spektrum luas dan spesifik, sirup-sirup untuk anak2, jenis anti histamin dan kortikosteroid, vitamin, dll.

Dan dengan buku itu bersama referensi-referensi kedokteran lainnya, saya jadi tahu batas kemampuan pengobatan saya dari waktu ke waktu, mana yang dapat diatasi sendiri dan mana yang mesti ke rumah sakit karena misalnya mesti diperiksa darah untuk mendiagnosa penyakitnya, atau karena ilmu yang belum mencukupi/belum ada referensi memadai tentang penyakit yang dialami.

Menurut saya buku itu sangat membantu mengenalkan ilmu kesehatan untuk kalangan umum yang berminat dan membutuhkan ilmu kedokteran, walapun tujuan utama buku itu sendiri sesuai judulnya adalah agar masyarakat dapat menggunakan obat flu yang banyak dijual bebas secara bijak.

xxxxx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s